Blogger Widgets DEPHA TRALALA

Kalimat Penggejolak Jiwa

Tanda tanda kemalangan terdapat di dalam empat keadaan:
mata yang tak pernah merasakan air mata,
hati yang bengis dan keras,
rantai panjang hasrat tak berujung,
keinginan pada kehidupan yang sangat panjang
___________

Kasihanilah orang lain maka kau pan akan dikasihani
Maafkanlah orang lain maka kau pan akan dimaafkan
___________

Jagalah lima hal sebelum datang lima hal yang lainnya:
jagalah masa mudamu sebelum datang masa tuamu,
jagalah sehatmu sebelum datang sakitmu,
jagalah kekayaanmu sebelum kau menjadi miskin,
jagalah ketentraman sebelum datang masa sulit,
jagalah hidupmu sebelum datang matimu.
__________

Obat bagi kebodohan adalah bertanya dan belajar
__________

Perenungan satu jam lebih baik daripada shalat satu tahun,
jika shalat tersebut tidak memberi makna bagi hati
__________

Orang bodoh lebih berbahaya karena kebodohannya
daripada orang jahat dengan kejahatannya
__________

Cinta adalah derita yang istimewa dan membahagiakan
Barang siapa memilikinya dalam hati akan mengetahui rahasia
Mereka akan terbenam dalam samudera kebenaran
__________

Jadilah tawanan Cinta agar kau mendapatkan kebenaran sejati
bebas dari kebekuan dan pemujaan diri
Sudah ribuan orang yang bijaksana dan berilmu meninggal tetapi
asing dengan cinta
Walau kau mencoba ribuan hal di dunia ini, hanya cinta yang akan
membebaskanmu dari perbudakan dirimu sendiri
__________

Yang kau bututhkan dari dunia hanyalah makanan halal untuk
memuaskan laparmu, pakaian untuk menutupi tubuhmu , dan
atap diatas kepalamu.
Jadikanlah hanya hal tersebut sebagai permintaanmu pada dunia
__________

Kalau tidur seseorng lebih baik dari bangunnya- lebih baik ia mati saja
__________

Mawar telah hilang dari taman; akan kita apakankah duri-durinya?
Raja sedang tak ada dikota; akan kita apakankah istananya?
Keadilan adalah sangkar, keindahan dan kebajikan adalah burungnya
Kalau sang burung telah terbang, akan kita apakan sangkarnya

From : berbagai sumber

Hope For You

Di suatu malam,, tampak beribu bintang menghiasi malam itu . . . . .dengan rembulan yang tampak bulat dan bersinar dan cukup untuk menerangi malamku. Ya Allah,, sungguh besar karuniamu , , , malam yang begitu gelap. . . Kau buat terang dengan sang rembulan dan bintang-bintang kecil yang berhamburan menemaninya . . . .

Sinar terang dari atas sana menenangkan gelisah hati ini,, sepi,, lirih,,
Malam ini aku merindukannya , , ,
ada yang tersimpan dalam di hati ini . . .
tapi mungkin tak akan terungkap sampai kapanpun . .
ingin aku nyatakan tapi tak mungkin . . .
malam ini terlalu gelap untukku . . . . .

Hope your face is in front of my eyes . . . . .
Hope you have feeling same with me
Hope You always smile around your life
Hope you think me too

uhhh . . . tak mungkin aku memilikimu
rasa yang tak mungkin
aku harap malam ini kau baik baik saja , , ,
semoga rasa ini salu untukmu sampai akhir nanti , , , ,

Ya Allah,,,kalau memang ada yang lebih baik untuknya,,
temukanlah dengan dirinya , , ,dan buat mereka saling mencintai . . . . .
tapi bila memang dia pantas untuk aku miliki . . .
bantu aku menjaganya . . . .


KENTANG

Kisah ini terjadi di salah satu TK (taman kanak-kanak), pada suatu hari, guru TK tersebut mengadakan permainan dengan menyuruh setiap muridnya untuk membawa sebuah kantong plastik transparan dan kentang.

Masing-masing kentang tersebut di beri nama berdasarkan nama orang yang di benci. Jadi, setiap anak membawa jumlah kentang yang berbeda sesuai jumlah orang yang mereka benci. pada hari yang disepakati, semua murid membawa kantong plastik berisi kentang ke sekolah. ada yang berjumlah dua, ada yang tiga, bahkan ada yang lima buah.

Seperti perintah guru mereka, tiap-tiap kentang diberi nama orang yang mereka benci. murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang itu kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun. hal itu berlangsung selama satu minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang. selain berat, baunya juga tidak sedap. setelah satu minggu, murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

"Bagaimana rasanya membawa kentang selama satu minggu?" tanya sang guru.

Segera keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut. pada umumnya mereka merasa tidak nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut kemanapun mereka pergi. guru pun menjelaskan apa arti dari "permainan" yang mereka lakukan. "seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa bila kita tidak bisa memaafkan orang lain."

.....................................................................................
RENUNGAN

Sungguh tidak menyenangkan membawa-bawa barang busuk kemanapun kita pergi. baru satu minggu saja kita sudah tidak tahan, apalagi jika kita membawa kebencian itu seumur hidup? alangkah tidak nyamannya.

Tuhan mengajarkan kita untuk selalu mengampuni kesalahan orang lain. kita saja selalu memohon ampun pada Tuhan. Bagaiman Tuhan bisa mengampuni bila kita menyimpan dendam di dalam hati?

Seperti sebuah rumah. Jika tiap hari kita selalu menimbun sampah, tidak pernah menyapu halamannya, tidak membersihkan lantainya, alhasil rumah akan sangat kotor. Banyak binatang bersarang disitu. Baunya pun tidak enak. Kita bisa sakit jika tinggal di dalamnya.

Sama seperti hati dan pikiran, yang akan membuat kita jatuh sakit bila tidak pernah di bersihkan. salah satu cara membersihkannya adalah dengan mengampuni kesalahan orang lain dan menghapusnya dari ingatan.

Arman Ardhani

Si Tukang Kayu

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja , karena tak bekerja, ia kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada si tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah lagi untuk rumah pribadi.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintainya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu” katanya “hadiah dari kami”. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesal. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
………………………………………………………………………………………………………

Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan, kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan kita hidup di dalam rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadari sejak semula, kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkanlah rumah yang kita bangun. Setiap hari kita memukul palu, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakan sekali saja seumur hidup. Biarkan kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.

Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat yang kita perbuat di hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan milik kita, karenanya pastikan kitapun akan masuk dalam barisan kemenangan.

Bintang & Bulan

Suatu hari di suatu kota, hidup seorang lelaki bernama Bintang, dia sosok yang tampan, ramah dan periang. Walaupun sebenarnya Bintang memendam rasa sakit hati yang sangat dalam. Dia tak pernah meminta ketika dia menginginkan sesuatu, karena dia takut akan cerca dari orang yang dia pinta. Bintang selalu berusaha sendiri ketika ia menginginkan sesuatu.

Hingga suatu malam, di dalam tidurnya Bintang bermimpi. Bintang terdampar di sebuah pulau kecil yang amat sepi baginya. Ia ditolong oleh seorang putri cantik, dan mereka pergi berkeliling di puau itu. Mereka mengamati pemandangan sunset yang amat indah. Bintang menyatakan cinta kepada putri itu, tetapi sebelum cintanya terjawab, dia terbangun oleh teriakan ayahnya yang begitu galak.

Di pagi yang mendung itu, dalam perjalanannya menuju ke sekolah, Bintang berfikir tentang mimpinya tadi malam. “Apa arti dari mimpiku tadi malam, Tuhan?” kataya sambil melamun. Sesampainya di sekolah, ternyata ada cewe baru di kelasnya. Cewe itu bernama Bulan. Bulan adalah gadis pendiam yang pandai. Dia berasal dari luar kota. Ternyata Bulan duduk di sebelah Bintang. Bintang pun teringat mimpinya, dan dia berfikir, mungkin Bulan yang akan menjawab penantian cintanya dan akan membuka dan menghapus sakit hatinya yang selalu terpendam jauh di hatinya.

“Hay, Bulan, kenalkan namaku Bintang!” sambil tersenyum dan menjulurkan tangannya. Bulan pun tersenyum dan menjawab, “Salam kenal bintang!” dengan wajah yang tampak malu. Mereka mulai akrab dan saling mengenal. Ketika pulang sekolah pun Bintang melambaikan tangannya ke Bulan. Bintang merasa gembira ketika Bulan membalas dengan senyuman manisnya.

Seampainya di rumah, Bintang masuk ke kamranya lalu berbaring sambil memikirkan si Bulan. Bintang benar-benar merasakan getaran yang dahsyat di hatinya. Hingga ia berkata, “Tuhan, apakah Kau ciptakan Bulan untuk menemani Bintang?!?!”. Sejak saat itu hidupnya berubah, Bintang menjadi seorang anak yang gembira. Bintang pun berani bercerita tentang apa yang selalu dia pendam kepada Bulan.

Hingga suatu hari, Donita dan teman-temannya menghampiri Bulan dengan wajah Donita yang memerah karena marah. Donita adalah cewe yang suka dengan Bintang, dia mau melakukan apa saa demi apa yang dia inginkan. Dia membentak Bulan dan mengancam Bulan untuk tidak dekat-dekat dengan Bintang.

Dan keesokan harinya, di kelasnya Bulan terdiam ketika Bintang menyapanya. Bintang heran, Donita pergi keluar ketika bintang duduk di sampingnya, dia seperti menghindarinya. Padahal ketika itu, Bintang sudah berniat untuk menyatakan cintanya kepada Bulan. Dia pun bingung, mungkin cintanya akan tergantung seperti apa yang terjadi di mimpinya. Bintang meneteskan air mata ketika ia ingat begitu lama dia menanti sosok yang begitu membuatnya terpesona dan dapat membuka hatinya.

Sore harinya, Donita dating ke rumah Bintang, dia bermaksud mengajak Bintang untuk jalan dengannya. Tetapi Bintang menolaknya. Donita tetap bersikeras memaksa Bintang untuk jalan dengannya. Hingga akhirnya Bintang berkata, “Pergilah, bukan dirimu yang kunanti, aku tak akan pernah mencintaimu karena aku telah menemukan pujaan hatiku!”. Donita pun pergi dengan muka sedihnya.

Di sekolah ketika Bulan berjalan lewat depan Donita yang sedang duduk di taman, Donita memegang tangan Bulan dan berkata, “Jagalah Bintangmu yang akan slalu menemani sepimu!”. Lalu Donita pergi menuju ke teman-temannya di kelas.

Bulan terdiam lalu tersenyum. Sebenarnya dia memang sudah menyimpan rasa untuk Bintang, hanya dia takut untuk mengungkapkannya. Bulan berharap agar Bintang membalas rasa sayangnya.

Dan harapan Bulan pun tak kosong. Sepulang sekolah, Bintang mengajak Bulan jalan ke bukit. Bulan tak menolak dan mereka berdua pergi menuju bukit dengan sepeda motor Bintang. Bulan merasa gelisah ketika dalam perjalanan Bintang berkata ingin ngomong sesuatu sama Bulan. Sesampainya di bukit, mereka saling memandang dan tersenyum. Kegembiraan yang mereka rasakan tak tertahankan. Di puncak bukit yang dikelilingi kebun stroberry dan pemandangn yang begitu indah, Bintang menggapai tangan Bulan. Bulan terdiam dan gelisah.

“Aku ingin ngomong sesuatu tu sekarang, Bulan.” Kata Bintang dengan menahan nafas. “Apa???” jawab Bulan dengan rasa malu dan gelisah. “Sebenernya dari awal kenal kamu, aku jatuh cinta sama kamu. Mmmmmm…….. kamu mau jadi Bulan yang akan slalu mendampigiku?!?!”. Mereka saling menatap dengan mata bersinar. “Aaa . . . Mmmm. . . . aku juga cinta kamu Bintang. Aku mau jadi pendampinmgmu!” sambil memeluk Bintang dan menangis, Bulan menerima cinta sang Bintang.

Gerimis pun turun menjadi saksi cinta mereka.

Sekian

Translate

Total Tayangan Halaman